
Pokmas Anggur Kelurahan Triwung Lor menggelar Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Produk UMKM pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Pendopo Kelurahan Triwung Lor dengan menghadirkan narasumber dari UPTD PMPHP, Bidang UKM, dan Packaging Designer. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam pengemasan, branding, dan pemasaran digital guna memperkuat daya saing produk lokal serta mendukung pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kelurahan Triwung Lor.
Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Produk UMKM
Triwung Lor, 6 Agustus 2026 – Kelompok Masyarakat (Pokmas) Anggur Kelurahan Triwung Lor menyelenggarakan pada Kamis (6/8/2026) di Pendopo Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat Kelurahan Triwung Lor sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam menghasilkan produk yang memiliki kemasan menarik, higienis, bernilai jual tinggi, serta mampu dipasarkan secara lebih luas melalui strategi pemasaran modern berbasis digital.
Pelatihan tersebut dihadiri oleh Camat Kademangan, Lurah Triwung Lor, Ketua Pokmas Anggur, serta menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Kepala UPTD Pengembangan Mutu Produk Hasil Pertanian dan Hortikultura (PMPHP), Kepala Bidang UKM, dan seorang Packaging Designer. Kehadiran para narasumber memberikan wawasan praktis sekaligus memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya inovasi dalam pengembangan produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan melalui Pokmas Anggur Kelurahan Triwung Lor. Program tersebut bertujuan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pelaku UMKM, agar memiliki kemampuan dalam meningkatkan mutu produk sekaligus memperluas akses pemasaran. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha yang berdaya saing.
Dalam sesi pertama, narasumber menyampaikan materi mengenai pentingnya kemasan sebagai identitas dan nilai tambah produk. Dijelaskan bahwa kemasan tidak hanya berfungsi melindungi produk selama proses distribusi, tetapi juga menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih suatu produk. Kemasan yang dirancang secara menarik, rapi, dan higienis mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat citra produk di pasaran.
Peserta juga memperoleh materi mengenai teknik memilih jenis kemasan yang aman, menarik, dan sesuai standar. Berbagai alternatif bahan kemasan diperkenalkan dengan mempertimbangkan karakteristik produk, keamanan pangan, efisiensi biaya, serta daya tahan produk. Melalui materi tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu menentukan kemasan yang tepat sehingga produk memiliki kualitas yang lebih baik dan memenuhi kebutuhan pasar.
Selain aspek kemasan, narasumber menjelaskan pentingnya desain label produk yang informatif dan menarik. Label dinilai sebagai media komunikasi antara produsen dan konsumen karena memuat informasi penting seperti nama produk, komposisi, berat bersih, identitas pelaku usaha, serta informasi lain yang diperlukan. Desain label yang profesional juga dapat meningkatkan nilai estetika sekaligus memperkuat identitas merek suatu produk.
Materi berikutnya membahas strategi branding produk UMKM. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas merek yang konsisten agar produk lebih mudah dikenali masyarakat. Branding yang baik tidak hanya menciptakan keunikan produk, tetapi juga mampu membangun loyalitas pelanggan dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kualitas produk yang dihasilkan.
Pada sesi pemasaran, narasumber memaparkan berbagai strategi pemasaran produk melalui media sosial, marketplace, dan platform digital. Peserta diperkenalkan pada teknik pemasaran digital yang efektif, mulai dari penyusunan konten promosi, pemanfaatan foto produk berkualitas, hingga strategi membangun interaksi dengan pelanggan melalui berbagai platform daring. Pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi peluang yang sangat besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar tanpa terbatas oleh wilayah.
Selain pemasaran digital, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pentingnya pelayanan kepada pelanggan. Pelayanan yang cepat, ramah, komunikatif, dan responsif menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepuasan sekaligus kepercayaan konsumen. Dengan pelayanan yang baik, pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan sehingga dapat mendukung keberlanjutan usaha.
Selama pelatihan berlangsung, peserta tampak mengikuti setiap sesi dengan antusias. Berbagai pertanyaan dan diskusi muncul terkait pengalaman peserta dalam menjalankan usaha, mulai dari pemilihan kemasan, strategi promosi, hingga tantangan memasarkan produk di era digital. Interaksi yang aktif tersebut menunjukkan tingginya semangat peserta untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas usahanya.
Melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM memperoleh tambahan wawasan sekaligus keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing. Pengetahuan mengenai pengemasan, branding, pemasaran digital, serta pelayanan pelanggan diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kelurahan Triwung Lor terus berkomitmen mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas). Dukungan tersebut diwujudkan melalui koordinasi, fasilitasi, dan pendampingan terhadap pelaksanaan kegiatan sehingga program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah kelurahan, Pokmas, perangkat daerah, narasumber, serta masyarakat menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Pelaksanaan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas produk, memperbaiki tampilan kemasan, memperkuat identitas merek, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Dengan demikian, produk-produk UMKM Kelurahan Triwung Lor diharapkan semakin dikenal masyarakat, memiliki daya saing yang tinggi, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi lokal di Kota Probolinggo.